Ternyata Lahir di Magelang, Ini Sosok Jakob Oetama Sebelum Tutup Usia

Ucapan selamat duka cita wartajateng.id terhadap pendiri Kompas Gramedia Group Jakob Oetama. (Foto : wartajateng.id)

Semarang (wartajateng.id) – Dunia pers Indonesia hari ini sedang berduka. Salah satu tokoh penting dan berpengaruh bagi dunia jurnalisme kini telah pergi. Ia adalah Jakob Oetama, pendiri sekaligus pemimpin harian Kompas Gramedia Group.

Kabar kepergianya disampaikan oleh Direktur Komunikasi Kompas Gramedia, Rusdi Amral pada hari ini, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara.

“Kami sangat kehilangan orang tua kami, sosok pemimpin kami yang tidak meninggalkan identitasnya sebagai wartawan, yang terus menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas, serta humanisme buat kita semua di Kompas Gramedia,” ucap Rusdi Amral melalui keterangan resmi, Rabu (9/9/2020).

Jakob Oetama lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931. Ia yang bercita-cita menjadi seorang guru membuat sentuhan jurnalisme lekat dengan dunia pendidikan. Yakni Jurnalisme Makna.

Satu hal penting dari Jakob Oetama adalah mengubah wajah jurnalisme Indonesia. Ia dikenal dengan peletak dasar Jurnalisme Makna. Yakni kerja jurnalistik menjadi proses kerja intelektual. Bukan hanya sekedar menyajikan fakta, tetapi juga menyajikan konteks dan interpretasi.

Sosok Jakob Oetama telah menjadi inspirasi lintas zaman dalam dunia jurnalisme dan industri media di tanah air. Sehingga, sosoknya disebut sebagai ‘Sang Kompas’ penunjuk arah menghadapi tantangan zaman.

Seperti yang disampaikan oleh Shindunata, wartawan senior harian Kompas mengatakan keinginan Jakob Oetama dalam menyajikan proses jurnalisme yang kaya atas realita dan interpretasi objektif.

“Ia ingin media menjadi panggung kedua setelah realita yang kita alami. Sehingga ketika membaca berita kita bisa merasakan dan mengalami. Yang dalam istilahnya, pembaca merasakan berita yang tertawa, gembira, menangis, dan ragam ekspresi lainya,” ucap Shindunata dalam sebuah tayangan You Tube.

Tak dipungkiri, atas peran Jakob Oetama, kini praktik jurnalisme lebih mengedepankan pada aspek humanisme dan makna sebuah informasi.

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: