Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Dindagkop Tumbuhkan Wirausahawan Baru

Kadin Dindagkop UKM Demak ditemani Kepala Seksi UMKM. (Foto : Nizar)

Demak (wartajateng.id) – Berusaha tingkatkan ekonomi masyarakat, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Didagkopukm) tumbuhkan wirausahawan baru melalui pembinaan dan pelatihan keriwausahaan.

Hal tersebut dibuktikan dari sebanyak 17,672 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah terbina sebanyak 1.207 UMKM by name by address secara intensif. Dimana Dindagkop UKM memberikan dukungan dengan adanya pelatihan bagi wirausahawan baru maupun yang telah berwirausaha.

Kepala Dinas Dindagkop UKM Kabupaten Demak, Drs Iskandar Zulkarnain MM melalui Kepala seksi UMKM Sunarto SE MM mengungkapkan, bagi yang telah berwirausaha, pihaknya telah meningkatkan kapasitas kewirausahaan, pemasaran, desain, dan pelatihan manajemen baik pembukuan maupun proposal kerjasama dengan perbangkan.

BACA JUGA  Pupuk Indonesia Optimalkan Kelancaran Distribusi

“Memberikan dukungan dengan perbankan bagaimana mereka bisa layak mendapatkan untuk diberikan modal, contoh modal kridit usaha rakyat atau modal bergulir yang ada di Kabupaten Demak yang sudah ada di BPR maupun BKK yang bisa di akses,” ungkapnya, Kamis (03/12/2020).

Dindagkop UKM, menurutnya juga melakukan pelatihan ke desa-desa yang ada di Kabupaten Demak sesuai dengan potensi daerah tersebut. Dimana kegiatan tersebut berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya pelatihan tutorial saja, akan tetapi dipraktekkan secara langsung.

“Kita memang mencari orang-orang yang berorientasi untuk berwirausaha baik itu dari ibu rumah tangga, pekerja, ataupun yang lainnya dengan bekerjasama dengan Pemerintah Desa ataupun kelompok desa untuk pelatihan tersebut, yang intinya nanti bahwa mereka diharapkan punya mindset atau pola pikir untuk menjadi wirausaha,” jelasnya.

BACA JUGA  Dinperkim Ikuti Aplikasi Sibaru dari Kementerian PUPR

Lebih lanjut, ditengah pandemi virus corona (Covid-19) yang belum tahu kapan selesainya, pihaknya membuat pelatihan sesuai dengan kondisi saat ini dengan, yakni diantaranya pembuatan toko online dengan bekerjasama dengan Marketplace. Toko online juga dikembangkan melalui media sosial, yakni Facebook, Instagram Bisnis, hingga whatsApp.

Harapannya dengan adanya toko online, wirausahawan dapat tetap eksis dan mampu survive agar bertahan bahkan bisa berkembang ditengah pendemi Covid-19.

“Tetapi offline juga terus kami tingkatkan karena itu tidak terpisahkan antara offline dan online. Dua-duanya saling berkolaborasi untuk saling mendukung dalam pemasaran.” pungkasnya. (Adv-Nizar-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: