Tingkatkan Partisipasi Anak Usia Dibawah 3 Tahun dan Penambahan Pos Paud, Dindikbud Demak Adakan Seminar Paud

Seminar PAUD yang diadakan olek Dindikbud Demak di 14 Kecamatan secara bertahap. (Foto : dok)

Demak (wartajateng.id) – Dalam rangka meningkatkan angka partisipasi kasar penambahan Pos PAUD yang terdaftar dalam Dapodik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak adakan seminar Paud di 14 kecamatan.

“Satuan PAUD atau Pos PAUD yang melayani anak usia di bawah 3 tahun masih kurang” terang Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pnf, Afida Aspar, Kamis (12/11/2020).

Menimbang jumlah Pos PAUD di Kabupaten Demak hanya berjumlah 92, sedangkan jumlah desa mencapai 243 desa dan 6 kelurahan.

Acara yang bertema “Mengoptimalkan Pengasuhan 1000 HPK” itu dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 26 Oktober hingga 11 September 2020, dengan pembagian waktu 1 hari dua kecamatan.

Setiap acara kurang lebih diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari unsur Korwil Bidang Dikbud dan Penilik Paud Dikmas dari 14 kecamatan.

Serta mitra PAUD, Kasi Kesra dan Kasi Permas Kecamatan, Ketua Pokja II dan Ketua Pokja IV Kecamatan, Ketua pokja II Desa se-Kabupaten dan Pengelola Pos PAUD dengan jumlah total 650 peserta.

Adapun materi seminar disampaikan langsung oleh Kabid Pembinaan Paud dan Pnf Dra Afida Aspar, tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dengan “Pengasuhan 0 s.d. 24 Bulan” dan dua pemateri lainnya.

Yakni Bidang Perijinan Dinpmptsp, Dwi Pramono, menyampaikan “Perijinan Pos Paud” dan Kasi Paud Dindikbud Demak, Sumini, dengan tema “Pedoman Penyelenggaraan Pos PAUD Desa”. Mereka memaparkan materi bergiliran.

Dalam paparan materi pengasuhan pada 1000 HPK dan Stunting, Afida menyampaikan, Indonesia adalah negara dengan jumlah kasus (prevalensi) stunting terbesar kelima di dunia, 40% stunting berasal dari keluarga yang berkecukupan.

Dijelaskannya, stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak stunting menjadi pendek dibanding anak seusianya.

Kedua, kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun.

“Ketiga, secara fisik balita stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya pada populasi,” jelasnya.

Afida menambahkan, bahwa Pos PAUD adalah bentuk layanan Paud yang penyelenggaraannya diinterpretasikan dengan layanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu bagi anak sejak lahir hingga usia 4 tahun.

“Dapat juga melayani anak hingga usia 6 tahun, jika di lokasi yang sama belum tersedia layanan TK/RA/BA, yang pengelolaannya di bawah pembinaan pemerintah desa atau kelurahan,” terangnya.

Afida berharap, dengan adanya seminar PAUD, peserta memiliki persepsi yang sama tentang Paud.

“Khususnya di bawah 2 tahun, memahami penyelenggaraan dan pengasuhan 1000 HPK,” tutupnya. (Adv/Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: