Tukang Becak: Andai Istri Bupati HM Natsir Masih Ada

Tukang becak, Warde (55) saat mengayuh sepeda di Jalan Sultan Fatah Demak. (Foto: Zaidi)

Demak (wartajateng.id) – Kota ini masih basah sisa hujan dari semalam, 100 meter dari pusat alun-alun kota Demam, Warde (55) duduk termenung seorang diri menunggui becaknya yang tak kunjung mendapat penumpang.

Hari sudah sore, namun ia tak beranjak dari Jalan Sultan Fatah dengan pendirian, bahwa akan ada penumpang yang datang sebagai rezeki demi menyambung hidup bersama keluarga.

Apa daya, kini matahari beranjak ke barat menjemput petang, tapi tak satupun penumpang yang didapat.

“Sehari 40 ribu, kalau rame kadang 80 ribu dapat, untuk beli beras,” katanya kepada wartajateng.id, Kamis (25/2/2021) sore.

Puluhan tahun ia menghidupi keluarga dari menarik becak, setiap penghasilan dari menarik becak ia belikan beras satu kilogram untuk kebutuhan makan bersama istri dan ketiga anaknya di rumah yang berada di wilayah Kecamatan Wonosalam, Demak.

BACA JUGA  Polisi Demak Divaksin Tahap Dua

“Anak saya empat, yang satu sudah berkeluarga yang tiga belum,” ungkapnya.

Dari setiap satu kilogram beras yang dibeli, ia pun bersama istri harus pintar-pintar mengatur bagaimana satu kilogram beras mencukupi untuk satu keluarga dalam sehari.

“Itu baru beras, belum kebutuhan-kebutuhan yang lain,” ujarnya.

Selain mangkal di Jalan Sultan Fatah, Warde biasa menarik di kawasan Makam Sunan Kalijaga. Namun lantaran saat ini peziarah sepi ia memilih di dekat alun-alun.

Mata Warde kian memerah berkaca-kaca melihat hilir mudik orang-orang dengan sumringahnya keluar masuk ATM di salah satu bank dekat mangkal.

BACA JUGA  Ini Jenis Vitamin untuk Cegah Infeksi Virus Corona

Baginya, betapa mujur nasib mereka saat ini. Sedang ia harus susah payah demi sesuap nasi, tapi ia mengaku bersyukur bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.

Dalam kondisi kekurangan seperti saat, ia tak menerima bantuan seperti para tetangganya yang lain.

Warde sangat menyayangkan hal itu, sedang ekonomi mereka dari kacamatanya lebih kecukupan dibandingkan dengan dirinya.

Ia juga mengatakan, di musim hujan dan pandemi Covid-19 membuat ekonomi keluarganya kian memburuk. Bahkan ia sering pulang larut jika tak kunjung mendapat penumpang.

“Andai Ibu Tari masih ada, pasti dia mendengar keluh kesah orang kecil seperti saya, membantu saya,” katanya.

Bagi Wardi, Istri Bupati Demak HM Natsir, Suntari merupakan sosok malaikat yang sering membantunya mendengar keluh kesahnya, meski mendiang Sutari istri orang nomor satu di Demak, ia mengaku tak sungkan-sungkan untuk bercerita.

BACA JUGA  Banjir Air Hitam dan Berbau Genangi Perkampungan Jati Kudus

“Dulu sering langganan Bu Tari ke are pasar Bintoro, ngasih juga lebih. Banyak bantunya,” ucapnya sambil mengingat-ingat masa itu.

“Sekarang Bu Tari tidak ada, saya mau ngadu ke pejabat siapa, tidak ada yang mendengar. Lihat saja misal ke pendopo sana pasti penjaganya banyak,” tambahnya.

Meski tengah pergi, kebaikan Hj Suntari di mata Warde tak pernah lekang. Bahkan ia mengaku sering berdoa untuk mendiang.

“Saya selalu doakan, setiap habis sholat pasti kirim doa,” tutupnya. (Zaidi-05).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: