UIN Walisongo Anugerahi KH Afifuddin Muhajir Gelar Doktor Honoris Causa

Rektor UIN Walisongo membacakan penganugerahan gelar kehormatan untuk Dr. HC Afifuddin Muhajir, Rabu (20/1/2021). (Foto: dok)

Semarang (wartajateng.id) – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan anugerah gelar kehormatan doktor Honoris Causa (HC) kepada KH Afifuddin Muhajir dalam bidang Ilmu Fikih / Ushul Fikih.

Upacara sidang senat terbuka penganugerahan gelar kehormatan tersebut berlangsung di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada Rabu (20/1/2021).

Dr. HC Afifuddin Muhajir. (Foto: dok)

Sosok KH Afifuddin Muhajir merupakan wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Ia juga merupakan salah satu tokoh dan pakar di Nahdlatul Ulama (NU) dalam bidang Ushul Fikih.

BACA JUGA  Bantu Buat Jemuran Tetangga, Warga Kudus Diketahui Meninggal

Dalam kesempatan tersebut, KH Afifuddin Muhajir menyampaikan pidato dengan judul “Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Timbangan Syariat (Kajian Pancasila dari Aspek Nusuhus dan Maqasid)”. Secara garis besar ia menyampaikan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat islam.

“Saya menyampaikan ada tiga hal kajian dari NKRI dalam timbangan syariat secara Nushus dan Maqasid, yakni bahwa pertama, Pancasila tidak bertentangan dengan syariat. Kedua Pancasila itu selaras dengan Pancasila, dan ketiga, Pancasila itu merupakan syariat itu sendiri,” ucapnya setelah prosesi penganugerahan, Rabu (20/1/2021).

BACA JUGA  Jong Purbalingga: Wadah Aspirasi Para Pemuda Kembangkan Edukasi Wisata

Kiai Afif menerangkan bahwa NKRI dengan Pancasila sebagai dasarnya merupakan negara syar’i yang sesuai dengan teks dan tujuan syariat.

“Bahwa Saya mengambil jalan tengah dengan mengatakan bahwa Pancasila bukan penghalang untuk menerapkan aturan syariat islam di negara yang berlandaskan Pancasila. Konsekuensi menjadikan Pancasila sebagai dasar negara adalah seluruh undang-undang negara tidak boleh bertentangan dengan sila di Pancasila,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Imam Taufik mengatakan bahwa kontribusi pemikiran KH Afifuddin Muhajir di bidang Ilmu Fikih menjadikan UIN Walisongo memberikan gelar kehormatan kepada beliau. Menurutnya, pemikiran Fikih kontekstual KH Afifuddin Muhajir mampu memberikan kontribusi berbagai problem sosial dan keagamaan.

BACA JUGA  Anak-anak TPQ Habibibah Bangga dan Antusias Ngaji Bersama Tentara

“Atas pemikirannya itu, UIN Walisongo Semarang memandang Kiai Afif layak mendapatkan anugerah kehormatan tersebut,” ucapnya selesai acara.

Iman Taufik mengatakan bahwa gelar Honoris Causa KH Afifuddin Muhajir disusulkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang. Pemberian tersebut merupakan kali ketiga UIN Walisongo memberikan gelar kehormatan kepada tokoh, ilmuwan, atau siapapun yang mempunyai kontribusi besar pasar negara. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: