28/11/2022

Wartajateng.id – Struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai 64 juta unit usaha. dimana mereka memiliki kelompok, anggota, serta komunitas akan tetapi tidak banyak yang memiliki data terkait evaluasi binaan atau perkembangan dari UMKM tersebut.

Semenjak pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada awal Maret 2020, usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami dampak cukup signifikan. Dampak ini terjadi karena orang mulai membatasi mobilitas dan interaksi untuk menghindari tertular penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut.

Dengan diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat dan juga ketakutan warga akan terkenanya virus corona serta menghindari bertemu dengan banyak orang yang berpotensi akan menularkannya penyakit tersebut akhirnya warga menjadi enggan untuk makan dirumah makan ataupun warung makan, belanja di pasar maupun toko.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Ibu Dra.Suspriyanti,MM menyampaikan “semenjak Indonesia dilanda pandemi dan juga diberlakukannya PPKM yang mengharuskan warga untuk lebih banyak dirumah, apalagi dengan ketakutannya warga akan tertularnya penyakit apabila bertemu orang banyak, maka disitu pelaku usaha mikro merasakan penurunan yang sangat drastis pada pendapatannya.Maka kondisi itu memaksa para pelaku UMKM untuk mencari berbagai cara agar bisa mempertahankan usaha mereka”.

“Melalui platform umkmbangkit.id, OJK telah mampu memfasilitasi para pelaku UMKM dengan cara daring atau online. Agar semua pelakuĀ  UMKMĀ  bisa terdorong untuk bangkit dan produktif menangkap peluang disamping memperluas akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. jadi serangan pandemi memaksa para pelaku yang belum mengenal internet untuk belajar mengenalnya dan mulai memasarkan produk mereka secara online”. lanjutnya

PemKab Tegal sendiri memang memiliki perhatian khusus dalam pengembangan UMKM. Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 3 Tahun 2019

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024. dan diharapkan dengan adanya platform UMKM Bangkit ini pelaku UMKM bisa bertransformasi ke digital.

“Banyak para pelaku UMKM sudah mengakui bahwa bertransformasi ke digital memudahkan mereka dalam menjalan bisnis baik dalam mempromosikan produk maupun dalam hal transaksi secara nontunai. Melalui digitalisasi, UMKM lokal dapat menjangkau pasar nasional dan bahkan internasional”. tambahnya

Mengingat program ini sangat bermanfaat jadi Pemkab Tegal akan memperbanyak sosialisasi dan pelatihan untuk menjangkau lebih banyak lagi pelaku UMKM di seluruh wilayah Kabupaten Tegal, karena masih banyak juga pelaku UMKM yang masih belum bisa dalam menggunakan platform UMKM Bangkit ini, Jadi pelatihan digitalisasi juga akan mendorong pelaku UMKM semakin kreatif baik dalam menghasilkan maupun memasarkan produk. tuntas Beliau

 

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *