Warga Bogosari dapat Bantuan IPAL Komunal Sanitasi

Warga Bogosari gotong royong membangun IPAL Komunal Sanitasi. (Foto : dok)

Demak (wartajateng.id) – Problem air limbah rumah tangga atau air buangan menjadi perhatian serius oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Demak.

Air buangan tersebut tidak bisa dibuang begitu saja. Meskipun terlihat bisa langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir di sungai, air limbah rumah tangga juga merupakan limbah yang merusak lingkungan hidup.

Diperkim saat melakukan sosialisasi kepada warga untuk membangun sanitasi di Desa Bogosari Demak. (Foto : dok)

Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun sisa sampah rumah tangga yang mengandung bahan berbahaya atau beracun. Baik sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

BACA JUGA  Dua Orang Meninggal Setelah Gelar Pernikahan, Ini Penyebabnya

Salah satu contoh limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari WC, di dalamnya ada banyak kandungan bakteri E.Colli yang bisa membuat seseorang terserang penyakit perut. Misalnnya penyakit typhus, diare, dan kolera.

Melihat kondisi tersebut, Dinperkim mengupayakan pengelolaan air limbah rumah tangga melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi masayarakat. Tujuannya, air limbah tersebut bisa diolah terlebih dahulu sebelum benar-benar terbuang ke lingkungan.

Untuk mengatasi masalah limbah tersebut, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak melalui Kelompok Keswadayaan Masarakat (KSM) Berkah Bersama membangun IPAL Komunal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

BACA JUGA  Jateng Raih Juara 1 Provinsi Terinovatif 2020

Kepala Dinperkim Kabupaten Demak Ahmad Sugiarto ST MT mengatakan, program tersebut diampu oleh bidang Sanitasi untuk membuat suatu teknologi yaitu IPAL Komunal untuk mengolah limbah yang berbentuk cair misalnya limbah dari WC, dari air cuci atau dari kamar mandi.

“Bantuan berbentuk Swakelola ini diharapkan pemanfaatannya lebih maksimal karena bantuan langsung diterima masyarakat Desa Bogosari,” ucapnya, Rabu (2/11/2020).

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan juga dilaksanakan kelompok masyarakat dengan memaksimalkan gotong royong atau sistem padat karya dari masyarakat Desa Bogosari. (Adv/Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: