Wisatawan Boleh Kunjungi Objek Wisata di Demak

Objek wisata Istambul Demak. (Foto : ist)

Demak (wartajateng.id) – Pemerintah Kabupaten Demak secara legal belum membuka objek wisata. Meski demikian, para wisatawan tidak dilarang mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Kota Wali.

Kasi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Siti Umi Kulsum mengatakan, salah satu objek wisata yang dibuka adalah Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak. Makam itu sudah banyak pengunjung sejak September 2020.

“Secara legal, belum dibuka, karena sesuai surat edaran bupati, tanggap penanganan Covid-19 hingga Desember 2020. Namun kami tidak melarang pengunjung yang datang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, baik pengelola maupun pengunjung,” kata Umi baru-baru ini.

BACA JUGA  Ganjar Ingin Penyintas Covid-19 Sembuh Donorkan Plasma

“Data pengunjung menunjukkan peningkatan sejak September hingga saat ini. Rombongan-rombongan dari luar daerah, Jawa Timur, Jawa Barat,” kata dia.

Menurut Umi, Pemda Demak telah mengerahkan petugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan di masa libur panjang seperti pekan ini. Setiap petugas memeriksa ketersediaan alat pelindung diri dari pengelola dan pengunjung yang datang.

Dia menjelaskan, pengelola objek wisata diminta untuk melayani pengunjung yang datang dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19.

“Terbukti di hari hari libur kaya gini Kadilangu full, Tambakbulusan juga full. Ada petugas Dinas Pariwisata yang monitoring,” dia menambahkan.

BACA JUGA  BPOM Berikan Izin Vaksin Sinovac

Wisata religi di Demak, di antaranya Makam Sunan Kalijaga dan Sultan Fatah berserta keluarga yang kerap dikunjungi peziarah. Selain itu, juga ada Makam Syekh Mudzakir di Sayung yang biasa dikenal dengan makam terapung.

Selain wisata religi, Demak juga memiliki destinasi wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Misalnya, Istana Tambakbulusan atau biasa disebut Istambul.

Pengunjung harus menaiki perahu yang berjarak sekitar lima kilometer dengan pemandangan hutan mangrove untuk sampai pada bibir pantainya. (Adv/Majid-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: