Wisatawan Wajib Tunjukan Hasil Rapid Test Dinilai Kontra Produktif

Kepala Disparpora Karanganyar Titis Jawoto. (Foto : Iwan)

Karanganyar (wartajateng.id) − Persyaratan harus non reaktif Covid-19 saat berkunjung ke sejumlah objek wisata Karanganyar menimbulkan pro dan kontra produktif dengan promosi pariwisata di Bumi Intanpari.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar Titis Sri Jawoto mengakui jika kewajiban rapid swab antigen bagi pengunjung obyek wisata asal luar Jawa Tengah dapat berdampak negative terhadap wisata di Karanganyar.

Padahal, beberapa destinasi justru diminati warga luar Jateng seperti pendakian Gunung Lawu dan wisata religi Candi Cetho dan Candi Sukuh.

BACA JUGA  DPR RI Bagi Ribuan Masker untuk Komunitas di Jateng

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di lapangan. Terutama yang berkaitan dengan persepsi di masyarakat  yang harus menunjukkan bukti non reaktif Covid-19 dari swab. Apakah luar Jateng ini dimaksudkan luar provinsi, luar pulau atau yang lain?” terang  Titis.

Menurutnya, banyak kerancuan jika aturan dari Disparpora Provinsi Jawa Tengah itu dilaksanakan. Titis meyakini Satgas penanganan Covid-19 yang dibentuk secara berlapis mulai tingkat kabupaten sampai destinasi, sudah paham betul prosedural penerimaan kunjungan.

“Saya pikir semua sudah memahami aturan protokol kesehatan. Antara lain mewajibkan memakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dengan air mengalir. Bahkan obyek wisata tak boleh menerima lagi kunjungan jika kapasitasnya sudah mencapai 50 persen. Hal ini sudah dipahami pengelola destinasi wisata,” tegasnya.

BACA JUGA  Kolaborasi Grab dan Orang Tua Group Luncurkan Layanan GrabCar Protect

Titis menyarankan kepada warga lokal Karanganyar untuk tetap di rumah dan tidak melakukan kunjungan wisata saat libur Natal dan Tahun Baru dan  memberi kesempatan warga luar kota mengunjungi Karanganyar. Dengan demikian, obyek wisata dan jalan raya di momen tersebut tidak terlalu ramai. 

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, pengunjung luar Jawa Tegah yang akan berlibur saat Natal dan Tahun Baru,  diminta menunjukkan surat hasil swab. Dalam hal ini, Disparpora kabupaten/kota diminta menyosialisasi aturan tersebut kepada pengelola  pariwisata. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: