28/11/2022

wartajateng.id – Penyimpanan benda-benda bersejarah tampaknya menjadi salah satu minat yang cukup kuat di Kota Surakarta. Bahkan tidak tanggung-tanggung dengan kota yang hanya ada lima kecamatan ini bisa terdapat museum yang jumlahnya mencapai belasan. Total terdapat 18 museum yang tidak hanya dimiliki oleh Pemerintah Kota saja, namun juga terdapat museum yang dimiliki swasta maupun pribadi.

Museum swasta umumnya disebut private museum. Museum swasta biasanya memiliki aturan tersendiri, misalnya berkaitan dengan jam operasional dan mempunyai koleksi yang lebih beragam. Museum swasta seringkali beradaptasi dengan perkembangan dan melakukan perubahan bila diperlukan, karena sistem yang berjalan di museum swasta lebih luwes pengelolaannya.

Misalnya Tumurun, adalah museum yang dikelola oleh PT Sritex, dengan menyimpan berbagai karya seni kontemporer yang memanjakan mata. Letaknya di Jalan Kebangkitan Nasional, Sriwedari, dan menampung 150 koleksi, terdiri dari karya seni seperti lukisan, instalasi seni, hingga mobil antik di dalam bangunan yang modern. Perlu dicatat, untuk masuk ke museum ini, tidak ada biaya tiket yang dibebankan. Melainkan, terlebih dahulu Anda harus melakukan reservasi dengan membuka website www.tumurunmuseum.com. Lalu Anda diarahkan untuk memilih event, tanggal, dan hari kunjungan. Isikan data dengan benar. Setelah itu, Anda akan mendapat balasan email yang menjadi bukti telah terdaftar dalam sistem. Adapun jam operasional museum pada hari Jumat sesi 1 pukul 13.00 WIB dan sesi 2 pukul 14.00 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu sesi 1 pukul 10.00 WIB, sesi 2 pukul 11.00 WIB, sesi 3 pukul 12.00 WIB, serta sesi 4 pukul 13.00 WIB. Untuk kuota pengunjung masing-masing sesi dibatasi sebanyak 40 orang saja.

Museum swasta lainnya yaitu Museum Batik Keris yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Solo dan beroperasi dari pukul 09.00-21.00 WIB. Sesuai namanya, museum ini memajang bermacam-macam koleksi dan pameran batik yang berada di bangunan unik. Museum Danar Hadi justru memiliki koleksi batik terbanyak yang memecahkan rekor MURI serta masih satu jalan dengan Museum Batik Keris. Koleksi Batik Danar Hadi dapat dikunjungi mulai dari pukul 09.00-16.30 WIB.

Museum menjadi bagian penting dari proses perjalanan serta penuh dengan pembelajaran bagi generasi muda untuk mengerti serta memahami alur cerita tentang budaya atau kesejarahan terjadi. Dengan adanya museum, masyarakat menjadi lebih mengenal dan mengetahui berbagai peristiwa, informasi, maupun kehidupan yang terjadi di masa lampau.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *