Dampak Pandemi, Kunjungan Perpustakaan Demak Alami Penurunan

Perpustakaan Umum Kab Demak. ( Foto : Devan)

Demak (wartajateng.id) – Pandemi masih belum hilang di Indonesia. Bahkan, saat ini jumlah orang yang terjangkit meningkat drastis hingga perlu dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakat (PPKM) di Jawa – Bali.

Perpustakaan Umum Kabupaten Demak sendiri merasakan efek pandemi, salah satunya dari turunnya jumlah pengunjung. Kepala Bidang Perpustakaan Yofie Sukarwi mengatakan jumlah pengunjung berkurang hingga 40 persen.

“Pengunjung di tahun 2020 per bulannya paling hanya 300an orang saja,” kata Yofie, Kamis (21/1/2021).

Pandemi ini juga menghambat program perpustakaan keliling. Hal ini dikarenakan tujuan utama perpustakaan keliling adalah di sekolah-sekolah dan perpustakaan desa. Sedangkan, di saat ini kegiatan pembelajaran tatap muka di wilayah Demak masih belum boleh diadakan.

BACA JUGA  KPU Karanganyar Luncurkan Sidatan

Kegiatan rutin perpustakaan di alun-alun pada hari Minggu juga saat ini belum bisa dilaksanakan.

“Kemarin masih dirapatkan bagaimana kalau mengadakan tapi dengan menjaga protokol kesehatan, tapi ini masih dalam kajian,” tuturnya.

Rencana ini masih dalam kajian karena kondisi pandemi yang semakin menjadi. Yofie mengatakan bahwa ada pemberitahuan lanjutan dari satuan tugas Covid-19 bahwa masa PPKM akan diperpanjang.

“Tadi diberitahu yang awalnya dari tanggal 11 sampai 25 Januari akan diperpanjang 14 hari,” ujarnya.

Pustakawan Ummi Rahmawati juga menjelaskan bahwa Perpustakaan Umum Kabupaten Demak tidak hanya memberikan layanan membaca buku. Sebelum pandemi biasanya ada permintaan kegiatan dari kelompok masyarakat.

BACA JUGA  PPDB 2020: Rumah Satu RW dengan Sekolah Otomatis Diterima

Kegiatan seperti implementasi buku, pelatihan komputer dasar, dan pelatihan memasak bisa dibantu oleh pihak perpustakaan.

“Di tahun 2020 selama masa pandemi kegiatan yang melibatkan masyarakat sangat berkurang. Hanya sebelum lebaran kemarin ada kegiatan praktik memasak kue kering. Mungkin untuk menggali potensi membangkitkan ekonomi mereka, tapi peserta juga kami batasi,” tuturnya. (Devan-05).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: