Demokrat : Ridwan Kamil Kalau Mau Gabung Secara Resmi, Jangan Lewat KLB

Semarang (wartajateng.id) – Ketua Dewan Pimpin Cabang (DPC) Partai Demkorat Kota Semarang Wahyu Winarto menanggapi dorongan pendiri Partai Demokrat yang mencantumkan Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil sebagai calon ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Dia menilai tidak mungkin Ridwan Kamil bisa dibujuk lewat cara KLB. Gubernur Jawa Barat tersebut kalau pun bergabung ke Partai Demokrat akan menggunakan cara yang baik dan resmi.

Menurutnya, Ridwan Kamil adalah sosok yang baik sehingga akan menggunakan cara yang benar tidak melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrtat yang tidak sah.

BACA JUGA  Pelanggaran Berat, 17 Mitra ADO Semarang Tak Lolos Verivikasi

“Kalau Ridwan Kamil mau bergabung ke Partai Demokrat tentu sesuai ketentuan partai, mendaftar secara resmi,” kata Wahyu di Semarang, Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Liluk ini menegaskan, DPC Partai Demokrat Kota Semarang menolak kegiatan KLB Partai Demokrat yang digagas sejumlah orang.

Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan Partai Demokrat se-Kota Semarang telah menyatakan sikap setia dan solid kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Rabu (3/3) malam 16 PAC se-Kota Semarang telah menandatangani pernyatan sikap setia kepada AHY,” tandasnya.

BACA JUGA  LKPJ Bupati 2019, Dewan Pertanyakan Besarnya Sisa Anggaran

Liluk menambahkan bakal melawan segala tindakan baik dari dalam maupun luar partai, yang akan merebut kepemimpinan partai dari tangan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tidak.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para ketua DPC Partai Demokrat se- Kami yang tetap solid untuk mendukung Ketua Umum AHY.

“Bila nantinya ada ketua atau pengurus DPC Partai Demokrat yang hadir dalam ke KLB dipastian abal-abal atau palsu. Sebab 35 DPC Partai Demokrat se-Jateng solid dan setia kepada AHY,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Jadi Khatib Shalat Idulfitri di Alun-alun Karanganyar

Keberadaan AHY dan SBY, sambung Liluk masih sangat dibutuhkan partai, karena telah membesarkan Partai Demokrat selama ini.

“Tanpa AHY dan SBY, Partai Demokrat bukan partai apa-apa,” tegasnya. (Naz-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: