28/11/2022

wartajateng.id – Menindaklanjuti fenomena kematian ribuan ikan di Sungai Serayu yang terjadi Jumat (1/4/2022) kemarin, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas yang dipimpin langsung Kepalanya, Ir Junaidi MT, mengambil sample air di sungai Serayu kompleks Bendung Gerak, Sabtu pagi (2/4/2022).

Menurut Junaidi pihaknya, akan selalu siap melaksanakan tugas pengawasan Lingkungan Hidup di wilayah Kabupaten Banyumas.

“Belum dapat diketahui secara pasti penyebab kematian ribuan ikan hari Jumat sore hari kemarin (1/3/2022), namun DLH berkewajiban mengecek sample air agar dapat diketahui penyebabnya,” katanya.

Menurutnya hasil pemeriksaan, baru akan diketahui hasilnya, paling cepat memakan waktu kurang lebih 5 hari.

Pengamat sungai Eddy Wahono, menengarai kemungkinan dugaan menurunnya kwalitas air sungai serayu. Penurunan kwalitas air tersebut ada berapa penyebab, seperti keracunan limbah B3 atau kepekatan lumpur.

“Pada hari Kamis (31/03/2022) Indonesia Power Bendungan Panglima besar Soedirman melakukan flushing endapan lumpur, mungkin itu penyebabnya. Namun kondisi hari ini sudah aman tidak terlihat ikan yang mabok dan mati,” jelasnya.

Namun apapun yang menjadi penyebab, menurutnya nanti akan terjawab dari hasil laboratorium Dinas Lingkungan Hidup.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *