Satker Kotaku Jateng Lakukan Monev Bantuan Program Kotaku Desa Sriwulan Demak

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi program Kotaku Desa Sriwulan. (Foto : ist)

Demak (wartajateng.id) – Tim Satker Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Jawa Tengah beserta Tenaga Ahli Infrastruktur OSP di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Jumat, (16/10/2020).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab menjalankan tugas monitoring di tengah masa pandemi Covid 19. Dalam kunjungan tersebut Ketua Tim Satker Program Kotaku Jateng, Heri Mulyono ST didampingi oleh Sigit Riyadi, ST dan Asisten Mandiri Kotaku Kab. Demak, Andy Setiadi beserta Tim Fasilitator Kotaku.

Monitoring evaluasi tersebut untuk memastikan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) tahun anggaran 2020 di Desa Sriwulan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

“Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk mengetahui dan memastikan apakah pelaksanaan program KOTAKU sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan. Mulai dari tahap persiapan perencanaan, pelaksanaan dan rencana pemeliharaannya,” ucap Ketua Satker Kotaku, Heri Mulyono ST.

Selain itu, dilakukan pantauan secara langsung apakah prasarana dan sarana yang dibangun berkualitas baik dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sosial dan lingkungan.

Pada kunjungan tersebut, Heri Mulyono, ST melihat dan mengamati kondisi fisik hasil pembangunan yang dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kampung Lestari selaku panitia pelaksana kegiatan.

Satker berkomunikasi langsung dengan ketua KSM Kampung Lestari, Ahmad Busri. Komunikasi tersebut untuk menggali informasi tentang kesesuaian pembangunan dengan masalah yang dihadapi mayarakat dan manfaat pembangunan.

Ahmad Basuri mengatakan, kegiatan fisik Program Kotaku di Desa Sriwulan sudah memasuki minggu ke-13 dengan progres pemanfaatan dana sebesar  Rp.956.235.000,- (96,10 persen)  dan  progres fisik 98,32 persen. Ia mengatakan, kegiatan ini hanya kurang pengerjaan plesteran dan acian talud sepanjang sepanjang 70 meter (sisi kanan&kiri) dari target pembangunan jalan beton & talud sepanjang 360 meter.

Lanjutnya, kualitas beton dan pemasangan talud cukup baik. Pembangunan sudah dilakukan di lokasi kumuh berdasar baseline. Jenis kegiatan itu sudah sesuai dengan permasalahan kumuh yang ada dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jalan disini dulu selalu tergenang oleh rob dan kondisinya masih tanah belum ada pengerasan. Tapi sekarang sudah baik, karena pembangunannya sudah sesuai yang dibutuhkan dan diusulkan oleh masyarakat,” ucap Ahmad Busri menjelaskan tentang kondisi sebelum pembangunan.

Dari hasil diskusi tersebut, monitoring dan evaluasi yang dilakukan baik persiapan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, mulai dari penentuan jenis dan lokasi kegiatan, Program Kotaku Kabupaten Demak telah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif.

Dalam pelaksanaan kunjungan, Satker sangat terkesan dengan pengerjaan yang dilaksanakan oleh KSM Kampung Lestari. Dari segi kualitas, kerapian, safeguard (pemberian pagar di sisi drainase) serta persiapan beutifikasi (perubahan wajah lingkungan) juga sudah berproses.

Intervensi dana BPM Ta.2020 sangat bermanfaat sekali. Jalan lingkungan yang semula permukaan tanah dan tergenang air rob dan sangat sulit di lalui sekarang sudah berfungsi sebagaimana mestinya.

Tim Satker juga berpesan, untuk curing beton selam 28 hari perlu dijaga (penyiraman beton) dan melarang kendaraan/mobil yang melintas supaya kualitas jalan beton dapat maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinperkim Kabupaten Demak, Ahmad Sugiharto ST MT menyampaikan, terima kasih kepada Satker Provinsi Jateng telah mengunjungi kawasan Sriwulan.

“Sriwulan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Sayung yang menjadi prioritas daerah untuk pengurangan kawasan kumuh. Melalui program ini, masyarakat menjadi central pelaksana program. Karena yang melaksanakan masyarakat dan yang memelihara masyarakat juga. Sehingga, diharapkan hasilnya lebih baik dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Harapanya, semua stakeholder baik Daerah, Provinsi dan Pusat bekerjasama untuk pengurangan kawasan kumuh khususnya di kawasan sayung yang selama ini terdampak Rob. (Adv/Majid)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: