Kelompok 30 KKN-DR UIN Walisongo Inisiasi Tes Kesehatan Dibayar Sampah

Warga mengikuti kegiatan Tes Kesehatan di Desa Surodadi, Kabupaten Demak. (Foto : dok/KKN))

Demak (wartajateng.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) reguler angkatan 75 kelompok 30 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang gelar cek kesehatan bagi ibu-ibu dan lansia di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-DR yang bekerja sama dengan Pos Layanan Terpadu (Posbindu) dan Bank Sampah, membuat menjadi menarik dimana untuk cek kesehatan masyarakat cukup membayar dengan sampah.

Petugas Posbindu Desa Surodadi Endang mengungkapkan, Posbindu sendiri merupakan program dari pemerintah yang kegiatannya cek tensi darah, cek kolesterol, dan cek gula darah.

BACA JUGA  Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari Resmi Jabat Pangdam IV/Diponegoro

“Namun karena subsidi pemerintah yang kurang memadai, untuk cek kolesterol dan gula darah masyarakat harus membayar sebesar 20 ribu yang akibatnya membuat kurang diminati,” katanya melalui rilisnya kepada wartajateng.id, Kamis (14/10/2020).

Tim KKN kelompok 30 UIN Walisongo berfoto bersama dengan petugas tim kesehatan. (Foto : dok/KKN)

Kondisi geografis Desa Surodadi yang merupakan salah satu daerah di Kawasan Pesisir Pantai Demak dan memiliki masalah lingkungan yakni sampah menumpuk. Sehingga kelompok 30 KKN UIN Walisongo membuat alternatif pembayaran dengan sampah untuk cek kesehatan.

“Karena di sini sampah menumpuk jadi kami manfaatkan untuk menggaet masyarakat agar mau cek kesehatan. Triknya yakni cukup membawa sampah, masyarakat bisa cek kesehatan dengan gratis”, ucap Hanni, penanggung jawab kegiatan.

BACA JUGA  Dinkes Demak: 1849 Orang Divaksin Dosis Kedua

Hani menambahkan, kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat dan tujuan dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Sementara itu, Kasifah salah satu warga yang ikut kegiatan Posbindu menyambut dengan antusias karena bisa memanfaatkan sampah yang ada di rumahnya.

“Senang bisa cek kesehatan disini, apalagi bayarnya pake sampah. Jadi gak perlu keluar uang.” pungkasnya. (Penulis M Khotibul Umam-Nizar-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: