Main di Alun-alun Demak, Komunitas Skateboard Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Komunitas D'makxsimum Skate usai melakukan latihan di Alun-alun Demak, Sabtu (13/2/2021) (Foto: Zaidi)

Demak (wartajateng.id) – Setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir, cerahnya langit sore yang menaungi Alun-alun Demak dimanfaatkan warga untuk pelbagai kegiatan olahraga, salah satunya skateboard.

Ketua Komunitas D’maximum Skate, Sila Primajaya mengatakan, ia dan rekan-rekannya terpaksa kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP ketika latihan.

“Kita terpaksa main kucing-kucingan karena tidak diperbolehkan pemerintah sini (Demak), kalau ada Satpol PP berhenti dulu,” ungkap Sila kepada wartajateng.id, Sabtu (13/2/2021) sore.

Menurut Sila, petugas berdalih jika skateboard bisa merusak fasilitas yang ada di alun-alun Demak.

BACA JUGA  25 Ribu Pelanggar, Ganjar Minta Satpol PP se-Jateng Perketat Penegakan Hukum

“Kalau tidak di sini dimana lagi kita tidak ada tempat, sempat ijin beberapa kali, dibolehkan satu dua kali setelah itu pasti endingnya tidak diperbolehkan lagi,” keluhnya.

Sila berharap, dari Pemerintah Demak bisa memperhatikan lagi komunitas hobi seperti dirinya.

“Tidak muluk-muluk harapan kita, cuma dikasih ijin main sini, atau dibuatkan tempat,” harapnya.

Sila tak menampik bahwa dirinya iri dengan kota-kata lain lantaran mereka diberi tempat untuk pegiat hobi seperti dirinya.

“Itu di Kudus, Pati, Semarang di Jepara sudah ada tempatnya,” ujarnya

BACA JUGA  Ngopi Bonus Konsultasi Hukum di Kopi Law Semarang

Dari pengakuannya, ia sendiri sudah pernah mengajukan proposal namun tidak ada tindak lanjut sama sekali.

Sementara itu, anggota komunitas skateboard Demak, Ucok (nama populer), hobi yang ditekuninya sejak di bangku sekolah tidak mendapat tempat di mata pemerintah Demak.

Besar harapan Ucok kepada pemerintah Demak untuk memberikan ruang kepada olahraga ekstrim seperti yang ditekuninya.

Padahal, ia sendiri mengaku sempat beberapa kali keluar mengikuti event membawa nama daerahnya hingga mengalami patah tulang.

“Ke depan Pemerintah Demak lebih memperhatikan spot center untuk olahraga ekstrem seperti ini,” harapnya. (Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: