Petunjuk Teknis Vaksinasi di Indonesia, Ini Kelompok yang Tidak Bisa Divaksin

Tangkapan layar dari halaman muka berkas Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021.(Foto : ist).

Semarang (wartajateng.id) – Pada tanggal 2 Januari 2021, Kementerian Kesehatan dalam laman resminya mengunggah berkas dengan nama Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/41/2021 tentang Juknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019(COVID-19).

Berkas berjumlah 114 halaman ini terdiri dari tujuh bab. Menyoroti pada BAB III tentang Pelaksanaan Pelayanan Vaksinasi Covid-19 ada sebuah informasi terkait siapa yang boleh mendapatkan vaksinasi.

Pada tabel 8 tertulis Format Skrining Sebelum Vaksinasi COVID-19. Ada penjelasan tambahan tentang skrining ini. Skrining ini hanya khusus untuk Vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Kemudian diberikan keterangan tambahan jika ada perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian.

BACA JUGA  Dindikbud Demak Daftarkan Makanan dalam Pemajuan Kebudayaan

Tabel format skrining sebelum vaksinasi COVID-19 ini berisi nama, umur, NIK, hasil pemeriksaan suhu, dan tekanan darah. Kemudian di bawahnya tertulis 16 poin pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak. Berikut adalah pertanyaannya.

  1. Apakah Anda pernah terkonfirmasi menderita COVID-19?
  2. Apakah Anda sedang hamil atau menyusui?
  3. Apakah Anda mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir?
  4. Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19?
  5. Apakah Anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya? (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2)
  6. Apakah Anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah?
  7. Apakah Anda menderita penyakit jantung(gagal jantung/penyakit jantung coroner)?
  8. Apakah Anda menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)?
  9. Apakah Anda menderita penyakit ginjal? (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)
  10. Apakah Anda menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis?
  11. Apakah Anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis?
  12. Apakah Anda menderita penyakit
    Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun?
  13. Apakah Anda menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi
    imun, dan penerima produk darah/transfusi?
  14. Apakah Anda menderita penyakit Diabetes Melitus?
  15. Apakah Anda menderita HIV?
  16. Apakah Anda memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC)?
BACA JUGA  Novel Baswedan Soroti Kematian Ustadz Maaher di Rutan

Apabila calon penerima vaksin sedang demam dan bersuhu lebih dari 37,5 derajat celcius, vaksinasi akan ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

Menyimpulkan dari keterangan pada berkas, maka kelompok masyarakat yang tidak menerima vaksin adalah apabila calon penerima vaksin mendapatkan hasil lebih dari 140/90 pada pengukuran tekanan darah, terdapat jawaban ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 hingga 13, dan untuk penderita HIV bila CD4 lebih kecil dari 200 atau tidak diketahui. (Devan-05).

BACA JUGA  Belajar dari Rumah, Siswa Bisa Nonton Film Dokumenter Netflix di TVRI

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: