Sebulan Kasus Pencabulan di Karanganyar Meningkat

R alias D tersangka kasus pencabulan menjalani pemeriksaan di unit PPA Sat reskrim Polres Karanganyar. (Foto : Iwan)

Karanganyar (wartajateng.id) – Dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada bulan Oktober 2020, terjadi 4 kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Saat ini, kasus pencabulan tersebut masih ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat reskrim Polres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi melalui Kasat reskrim AKP Tegar kepada sejumlah wartawan, Senin (02/11/2020) menyampaikan, kasus pencabulan ini sebagian besar terjadi di lokasi wisata Tawangmangu.

Sebagian besar pelaku telah berusia dewasa, sedangkan korbannya masih di bawah umur atau masih usia sekolah.

BACA JUGA  Berakhir Besok, Cinema Drive In Masih Ramai Pengunjung

Menurut Kasat reskrim, modus yang digunakan para pelaku dengan menjanjikan akan dinikahi, namun justru tidak bertanggungjawab.

“Empat kasus ini masih ditangani oleh Sat reskrim karena ada laporan dari orang tua korban,” jelas Kasat reskrim. 

Kasat reskrim mengimbau kepada para orang tua agar lebih intensif dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Terlebih, ujar Kasat reskrim, saat ini proses belajar mengajar dilakukan secara online sebagi dampak pendemi Covid-19.

“Pengawasan harus lebih ditingkatkan. Jangan sampai anak-anak salah dalam pergaulan yang berakibat fatal,” kata dia.

BACA JUGA  Pilkada Demak, Joko Sutanto Ajak Masyarakat Terapkan 3M

Sementara itu, salah satu kasus pencabulan yang saat ini sedang ditangani oleh unit PPA Sat reskrim Polres Karanganyar adalaah kasus pencabulan yang dilakukan oleh R alias D. R tega mencabuli adik iparnya sendiri, sebut saja namanya M (16). Dihadapan penyidik, R alias D mengaku telah menjalin hubungan dengan adik iparnya tersebut sejak tahun 2018 lalu.

Sejak saat itu, R mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan M yang masih dibawah umur. Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan kasus pencabulan ini kepada aparat kepolisian.Atas perbuatannya, R alias D dijerat dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: