Teruskan Perjuangan Orang Tua, Gadis Pantura Ini Rela Jualan Kucingan

Tri Wahyu Ningrum menjajakan menu makanan angkringan di pinggir Jalan Raya Semarang-Demak, Selasa (2/3/2021) malam. (Foto: Nizar)

Demak (wartajateng.id) – Hilir mudik truk tronton hingga sepeda motor memadati ruang jalanan Semarang-Demak. Setiap malam haripun kering kerontang tanpa guyuran hujan sedari fajar menyingsing.

Tampak berjejer menu makanan khas angkringan (kucingan) masih terlihat memenuhi gerobak tua yang ditunggu remaja cantik merona.

Ia begitu riang dan sumringah kala beberapa pelanggannya datang untuk makan maupun sekadar membungkus secangkir kopi panas.

“Sudah hampir lebih dari dua tahun jualan kucingan seperti ini menggantikan bapak karena ada suatu kejadian yang membuat aku harus menggantikannya,” ujar dara ayu lulusan salah satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak ini yang tanpak malu saat ditanya wartajateng.id, Selasa (2/3/2021) malam.

Gadis bernama Tri Wahyu Ningrum ini memang semenjak kecil telah mengikuti sang ayah berjualan. Itulah yang membuatnya tampak tak malu-malu lagi menjajakan jualannya meski seorang diri hingga larut malam tiba.

BACA JUGA  Berkas Lengkap, Hendi-Ita Resmi Lawan Kotak Kosong

“Mulai buka dari jam 17.00 WIB sore hingga menjelang subuh biasanya. Tapi karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akhirnya sempat tutup beberapa hari,” papar gadis yang kerap disapa Yu.

Deru mesin kendaraan turut menghibur canda tawa para penikmat makanan angkringan itu. Selama berjualan pun Yu telah mengalami banyak lika liku yang dihadapi, mulai dari hal mistis hingga orang-orang yang meresahkan karena dalam kondisi terpengaruh miras.

“Selama berjualan sih kata orang-orang yang paham hal mistis di sebelah pohon itu ada yang nunggu, tapi aku gak merasakan apa-apa, biasa saja. Pernah juga ada kecelakaan truk karena gangguan tuyul, beruntungnya di sini lagi ramai jadi segera ditolong,” tuturnya sambil menunjuk pohon dan tempat kejadian kecelakaan.

BACA JUGA  Program "Kampung Siaga Candi" Polda Jateng Raih Penghargaan

Anak ketiga dari empat bersaudara itu lebih memilih berjuang mengais rezeki untuk membantu perekonomian keluarga dari pada melanjutkan pendidikan dimasa sulit seperti ini.

“Dulu sempat dipegang kakak tapi gak jalan, akhirnya aku yang ngurus, kalo adiku masih minderan. Bagiku yang penting kalo kerja halal apapun kerjaannya ya lakuin saja dengan sungguh-sungguh. Meskipun nyinyiran itu pasti ada, tapi dukungan pun tak kalah banyak pastinya, apalagi kita perempuan,” jelasnya sambil merekahkan senyuman manisnya.

Salah satu pengguna jalan yang telah memarkirkan kendaraan besarnya itu segera menyabet beberapa makanan juga menyeruput segelas teh panas.

BACA JUGA  Viral Didatangi Ribuan Wisatawan, Ganjar Tutup Puncak Telomoyo

“Perjalanan ke Surabaya membawa muatan, ini mampir makan dulu biar perjalanan aman dan selamat sampai tujuan mas,” jelasnya sambil menyendok hidangannya.

Dirinya pun tak menyangka di tengah malam masih mendapati gadis yang terlihat sangat semangat menjual barang dagangannya. Berbeda dengan remaja lainnya, menurutnya wanita seperti itu patut diacungi jempol atas perjuangannya.

“Melihat perjuangannya patut diapresiasi dan diacungi jempol, sungguh luar biasa, buat yang jadi pasangannya jangan sia-siakan dia,” pungkasnya. (Nizar-01)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: